Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia

 
 FAQFAQ   PencarianPencarian   AnggotaAnggota   GroupGroup   PendaftaranPendaftaran 
 ProfilProfil   Login ke Pesan Pribadi AndaLogin ke Pesan Pribadi Anda   LoginLogin 

Jual Beli Mobil Bekas

PPn cabang dan Pusat

 
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPN dan PPnBM
Topik sebelumnya :: Topik selanjutnya  
Pengirim Message
pelangi



Sejak: 04 Apr 2007
Post: 7
Lokasi: Jakarta

PostDikirim: Jum Apr 13, 2007 4:33 am    Judul: PPn cabang dan Pusat Balas dengan kutipan

Gw aga gagap soal PPN dan sekarang lagi bingung........
Kantor gw yg bergerak dibidang jasa baru aja jadi PKP, dan kira2 kita punya 5 cabang yg tersebar dibeberapa kota, nah pertanyaan gw:

1. Cabang harus jadi PKP juga ga??
2. Kalo cabang dapet FP dari rekanan boleh jadi kredit pajak buat kantor pusat ga? karena cabangkhan ga punya NPPKP.
3. Kalo cabang ngejual jasa, boleh nerbitin FP standar sendiri ga?? ato Kantor Pusat yang berhak nerbitin??
4. Ada kaitan ma sentralisasi en desentralisasi usaha ga???kaitannya apa ceyh??

Trimakasih sebelumnya buat masukan dari temen-temen sekalian. Smile
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
Devi Paramastuti



Sejak: 09 Jan 2007
Post: 37

PostDikirim: Jum Apr 13, 2007 5:21 am    Judul: Balas dengan kutipan

PPn untuk kantor cabang setahu saya tempat terutangnya terpusat (ada aturannya), jadi jika transaksi di cabang FP nya tetep menggunakan identitas WP kantor pusat. Untuk tempat , tanggal FP pake lokasi kantor pusat dan tanda tangan FP oleh pejabat yg diberi kuasa oleh kantor pusat (awal tahun kmr sehubungan dg adanya perubahan fomat no. faktur pajak kantor pusat harus mengirimkan ke kantor pajak domisili cabang berupa surat ttg spesimen/contoh tanda tangan pejabat yg diberi kuasa, selain yg ditunjuk ga boleh tanda tangan) untuk lebih lanjut tanyakan langsung saja ke KPP terdaftar krn contoh form suratnya mereka punya.

Quote:
1. Cabang harus jadi PKP juga ga??

Logikanya krn PPn terpusat, surat pengukuhan PKP a.n kantor pusat, nanti NPWP nya sama bedanya 3 digit terakhir bukan 000 tp 001, angka 1 menunjukkan cabang.
Kantor cabang hanya memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dr KPP terdaftar tentunya sebelumnya kita mengajukan ke sana.

Quote:
2. Kalo cabang dapet FP dari rekanan boleh jadi kredit pajak buat kantor pusat ga? karena cabangkhan ga punya NPPKP.

Ya jelas bisa bgt selama memenuhi syarat dp dikreditkan. Jadi gini, mekanismenya nanti dr cabang setiap bulannya musti mengirimkan FP PPn Keluaran & Masukan utk pembayaran & pelaporan PPn. Utk meringankan beban kerjaan pusat, cabang kirim soft file nya juga deh....
NPPKP sama dengan NPWP kantor pusat.

Quote:
3. Kalo cabang ngejual jasa, boleh nerbitin FP standar sendiri ga?? ato Kantor Pusat yang berhak nerbitin??

Kalo FP Keluaran tetep dibuat di cabang. Untuk tempat, tanggal FP ketik lokasi kantor pusat dan tanda tangan oleh pejabat yg ditunjuk oleh pusat td.

Quote:
4. Ada kaitan ma sentralisasi en desentralisasi usaha ga???kaitannya apa ceyh??

kalo ini maksudnya apa ya...? Tp maksud dr pemusatan tempat terutang PPn, saya kira hanya untuk mempermudah monitoring dr kantor pajak.

Semoga bermanfaat....
Very Happy ....
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
slee



Sejak: 05 Apr 2007
Post: 36

PostDikirim: Jum Mei 18, 2007 2:38 am    Judul: Balas dengan kutipan

Untuk Pelangi, jawaban Ibu Devi itu benar, tetapi hanya benar kalau PERUSAHAAN SUDAH MENDAPATKAN PERSETUJUAN SENTRALISASI PPN (ADA SYARAT2NYA/KETENTUANNYA TDK BISA SEMUA PERUSAHAAN BISA SENTRALISASI). Kalau belum ada persetujuan sentralisasi, maka setiap cabang yang kita miliki harus mempunyai 1x NPWP cabang, dan apabila cabang melakukan transaksi jual beli juga, maka harus daftar pkp juga.

Saya tidak yakin (Ibu Devi dan yang lainnya tolong konfirmasi lagi) kalau tidak sentralisasi, FP dari cabang bisa dikreditkan ke pusat! Karena ini menyangkut kantong di KPP masing2 daerah.

Yang pasti kalau cabang jual jasa juga tidak bisa main keluarkan FP sebelum dikukuhkan sebagai PKP (daftar sebagai PKP). Jadi kalau cabang memang benar ada transaksi jual beli jasa, mending cepet2 daftar jadi PKP di cabang, kalau tidak sayang nanti FP Masukan (FP dari rekanan) tidak dapat dikreditkan.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Monster



Sejak: 21 Jun 2007
Post: 4
Lokasi: Jakarta Pusat

PostDikirim: Kam Jun 21, 2007 5:31 am    Judul: Balas dengan kutipan

Jadi, tidak perlu adanya penggantian NPWP pusat agar FP cabang bisa dikreditkan ke Pusat?
Contohnya :
Tagihan Telkom cabang solo dikreditkan di Pusat dengan menggunakan NPWP cabang bukan NPWP pusat....??? Confused
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
slee



Sejak: 05 Apr 2007
Post: 36

PostDikirim: Min Jun 24, 2007 4:56 pm    Judul: Balas dengan kutipan

Pernyataan: Jadi tidak perlu adanya penggantian NPWP pusat agar FP cabang bisa dikreditkan ke Pusat?

Jawaban: Di dalam Pajak, tidak ada istilah penggantian NPWP, yang ada adalah mendaftarkan NPWP untuk cabang, tempat usaha dan sejenisnya (ini berlaku juga apabila lokasinya/kotanya sama Jakarta tapi ruang lingkup KPPnya berbeda misalnya satu di KPP Menteng dan cabangnya di KPP Pulogadung misalnya, masing2 entitas harus punya NPWP). Untuk cabang, dikhususkan nomor NPWPnya akan sama dengan pusat, hanya 3 digit terakhir (yaitu kode KPP biasanya) yang berbeda. Selanjutnya, kalau cabang sudah ada NPWP, cabang tersebut BERKEWAJIBAN untuk melaporkan kegiatannya yaitu Pajak Keluaran dan Pajak Masukannya.

Pernyataan: Contohnya :
Tagihan Telkom cabang solo dikreditkan di Pusat dengan menggunakan NPWP cabang bukan NPWP pusat....???

Jawaban: Kalau contoh Pak/Ibu Monster (serem ya namanya Smile) memang benar, tagihan cabang Solo harus dikreditkan di cabang Solo menggunakan NPWP Solo (setelah mendaftarkan cabangnya sebagai PKP di cabang Solo). Dan sekali lagi kalau mau dikreditkan di Pusat, harus mengajukan permohonan sentalisasi dulu baru bisa dikreditkan di pusat.

Semoga membantu.

Salam Sejahtera,
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Devi Paramastuti



Sejak: 09 Jan 2007
Post: 37

PostDikirim: Sen Jul 02, 2007 5:23 am    Judul: Balas dengan kutipan

Halo....semuanya....
Nyambung lagi ya, jadi betul info tambahan dari "Slee".
Berikut info lengkapnya :
Apabila PKP terutang pajak pada lebih dari satu tempat kegiatan usaha, PKP dapat memohon untuk memilih salah satu tempat kegiatan usaha atau lebih sebagai tempat terutang pajak (pemusatan/Sentralisasi PPN).

PKP yang dapat mengajukan permohonan untuk pemusatan tempat terutang pajak adalah semua PKP kecuali PKP yang tempat terutang pajaknya telah ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (antara lain PKP yang terdaftar di KPP WP Besar, KPP BUMN). Bagi PKP yang menyampaikan SPT Masa dengan e-filling dapat melakukan pemusatan PPN dengan cara memberitahukan kepada KPP yang membawahi lokasi tempat terutang pajak yang akan dipilih sebagai tempat terutang pajak.

Untuk mendapatkan izin sentralisasi PPN, PKP harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil yang membawahi KPP lokasi tempat kegiatan usaha yang akan dipilih sebagai tempat terutangnya pajak. Dalam permohonan agar dicantumkan tempat kegiatan usaha yang dipilih sebagai tempat terutang pajak serta tempat-tempat kegiatan usaha yang akan dipusatkan.

Apakah seluruh tempat kegiatan usaha dapat dimintakan izin untuk dipusatkan? Dan PKP mana yang dapat mengajukan izin untuk pemusatan?
Semua tempat kegiatan usaha dapat dimintakan untuk dipusatkan kecuali pabrik. Dalam hal PKP mempunyai tempat kegiatan usaha yang terdiri dari pabrik, gudang, tempat pemasaran, dan cabang-cabang lainnya maka pabrik hanya dapat menjadi tempat kegiatan usaha yang dipilih untuk menjadi tempat terutang pajak, sedangkan tempat kegiatan lainnya merupakan tempat kegiatan usaha yang dipusatkan ke pabrik.

Syarat-syaratnya, sbb :
* Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipusatkan tidak menyelenggarakan administrasi penjualan dan administrasi pembelian. Semua administrasi dilakukan di tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang;
* Fungsi tempat kegiatan usaha yang dipusatkan hanya melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada pembeli barang atau penerima jasa atas perintah tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai;
* Semua Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan diterbitkan oleh tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang;
* Tempat kegiatan usaha yang dipusatkan tidak membuat Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan, kecuali Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan yang dicetak berdasarkan data yang diinput secara on line dari Kantor Pusat atau tempat pemusatannya; dan
* Kantor Cabang Unit yang dipusatkan hanya mengadministrasi persediaan dan administrasi kegiatan perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak untuk keperluan operasional kantor atau unit bersangkutan yang dananya berasal dari kas-kecil (petty cash).

Quote:
Saya tidak yakin (Ibu Devi dan yang lainnya tolong konfirmasi lagi) kalau tidak sentralisasi, FP dari cabang bisa dikreditkan ke pusat! Karena ini menyangkut kantong di KPP masing2 daerah.


Kalo gak sentralisasi berarti FP dari rekanan cabang gak bisa dikreditkan di kantor pusat, kecuali sudah mengajukan dan disetujui pemusatan PPN dari kantor pajak.

Quote:
3. Kalo cabang ngejual jasa, boleh nerbitin FP standar sendiri ga?? ato Kantor Pusat yang berhak nerbitin??

Kalo cabang blm PKP ya gak berhak menerbitkan, kecuali sudah ada pemusatan PPN seperti yg pernah saya bahas sebelumnya boleh membuatkan bukan menerbitkan.

Semoga bermanfaat... Very Happy ...
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
Monster



Sejak: 21 Jun 2007
Post: 4
Lokasi: Jakarta Pusat

PostDikirim: Sel Jul 03, 2007 2:43 am    Judul: Balas dengan kutipan

Sebenarnya di kantor saya, berhubung karena naik tingkatan dari KPP Pratama ke KPP Madya Pusat dan dasarnya diatur dalam PER-47/PJ/2007 lalu setelah saya tanyakan kepada AR dan Sosialisasi yang diadakan oleh KPP Madya, menurut mereka akan secara otomatis ter-sentralisasi pada saat kantor saya sudah terdaftar di KPP Madya dan tidak perlu lagi membuat surat ke Kanwil untuk minta ijin sentralisasi yang batasan maksimum sampai 31 Desember 2007.
Bagaimana tanggapan rekan2 sekalian?Mohon Pencerahannya....
Smile Rolling Eyes
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
Devi Paramastuti



Sejak: 09 Jan 2007
Post: 37

PostDikirim: Sel Jul 03, 2007 3:57 am    Judul: Balas dengan kutipan

Quote:
Ref. PER-47/PJ/2007
Pasal 4

(1) Bagi Pengusaha Kena Pajak yang sebelumnya telah mendapatkan ijin pemusatan tempat terutang PPN, namun:

(a) penerbitan Faktur Pajak Standar belum dilakukan secara on-line antara Kantor Pusat dan Kantor-kantor Cabangnya; dan atau

(b) terdapat satu atau lebih tempat kegiatan usaha yang ditetapkan sebagai Penyelenggara Kawasan Berikat (PKB) dan atau ditetapkan sebagai Pengusaha di Kawasan Berikat (PDKB) dan atau berada di Pulau Batam dan atau mendapat fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)

wajib menyampaikan pemberitahuan Kode Cabang pada Faktur Pajak Standar secara tertulis kepada Kepala KPP Madya paling lambat sehari sebelum Faktur Pajak Standar diterbitkan.

(2) Kode Cabang pada Faktur Pajak Standar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditentukan sendiri secara berurutan, dimulai dengan kode 000 untuk Kantor Pusat dan dimulai dari kode 001 untuk setiap Kantor Cabang.

(3) Dalam hal pengusaha Kena Pajak tidak atau terlambat menyampaikan pemberitahuan Kode Cabang pada Faktur Pajak Standar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka Faktur Pajak Standar yang diterbitkan sampai dengan diterimanya pemberitahuan merupakan Faktur Pajak Cacat.


Kalau melihat aturan di atas sudah jelas untuk perusahaan yg sebelumnya udah sentralisasi PPN, buat yang belum sentralisasi ...hm...Rolling Eyes
Tn. Monster...menurut hemat saya, tanyakan saja langsung ke KPP ybs.
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
astax



Sejak: 03 Jul 2007
Post: 25
Lokasi: Jakarta Pusat

PostDikirim: Sel Jul 03, 2007 5:19 am    Judul: PPN cabang & Pusat (SPT Tahunan) Balas dengan kutipan

Salam kenal



Saya agus email saya ags_pajak@yahoo.com, saya mau bertanya berkaitan dengan subject diatas dan meneruskan pa yg dijawab bu devi dirubrik forum akuntansi & Pajak



1. Saya ada 2 perusahaan

PT A (Pusat)terdaftar di KPP warung Buncit, PT A (cabang) terdaftar n dikukuhkan di KPP Menteng Tiga,

Sementara untuk operasional n penjualan PT A(Pusat) sudah tidak ada ketika tahun 2006 lapor SPT tahunan 1771, 1721, n bulanan Ps. 25,Ps. 21 nihil, sedangkan PT A(cabang) lapor N bayar ps. 21,Ps. 25,PPN

yang jadi pertanyaan bu apakah nantinya cabang n pusat sama2 lapor tahunan Badan(1771) dan Ps. 21(1721)



Demikian pertanyaan dari saya bu, kurang lebihnya mohon maaf



Terima kasih



Agus
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Monster



Sejak: 21 Jun 2007
Post: 4
Lokasi: Jakarta Pusat

PostDikirim: Sel Jul 03, 2007 8:26 am    Judul: Balas dengan kutipan

Ternyata memang begitu keadaannya, terpusat laporannya berdasarkan KEP yang dimaksud sebab beberapa KPP tempat cabang saya berdomisili khusus untuk laporan PPN sudah tidak di terima dan harus dilapor di pusat....
Ditambah ada beberapa KPP di daerah sudah menerbitkan surat terpisah untuk sentralisasi walaupun saya belum pernah mengajukan surat ijin sentralisasi....hebat juga.... Smile
Jadi, secara otomatis KPP Madya koordinasi dengan KPP lainnya dimana cabang saya terdaftar.....kereeennnnn......dan tiba2 saya dapat surat pencabutan PKP dan secara otomatis lapor langsung ke KPP Madya.... Smile
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
davinna



Sejak: 30 Mar 2007
Post: 11
Lokasi: jakarta

PostDikirim: Kam Jul 05, 2007 6:32 am    Judul: Balas dengan kutipan

hello semuanya,
salam kenal sebelumnya
saya mau coba membantu ni untuk rekan kita,
yang dikatakan oleh Ibu devi benar, jadi klo memang cabang kita ada transaksi, itu hanya bisa membuatkan FP, bukan menerbitkan.
karena mengingat tata cara penomeran FP standard yg berlaku sekarang, kalau memang cabang ingin menerbitkan FP, maka cabng tersebut harus PKP.
untuk inisial monster,
boleh tau ngga ya.. berapa lama urus masalah pemusatannya..???memang pemusatan bisa dilakukan secara manual, yakni dgn mengajukan permohonan pemusatan dan ini kan makan waktu krg lebih 3 bln, namun spt yg di katakan ibu devi, kalau prsh tsb eFiling,unutk pemusatan hanya akan diproses sekitar 14 hari Laughing
tuk ibu Devi, boleh ni berguru masalah pajak Very Happy, biar ketularan pinternya
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Yahoo ID
Devi Paramastuti



Sejak: 09 Jan 2007
Post: 37

PostDikirim: Rab Jul 11, 2007 9:10 am    Judul: Balas dengan kutipan

Halo, ketemu lagi ya...di forum
Buat Davinna, thanks ya atas pujiannya...terus terang saya jadi tersanjung. Kita di sini kan sama2 belajar juga toh...

Buat Pak Agus, mohon maaf, saya baru bisa balas pertanyaannya karena lagi sibuk bikin laporan nih, Pak...Saya akan coba bantu, dan mungkin teman2 lainnya bisa menambahkan.

Quote:
1. Saya ada 2 perusahaan

PT A (Pusat)terdaftar di KPP warung Buncit, PT A (cabang) terdaftar n dikukuhkan di KPP Menteng Tiga,

Sementara untuk operasional n penjualan PT A(Pusat) sudah tidak ada ketika tahun 2006 lapor SPT tahunan 1771, 1721, n bulanan Ps. 25,Ps. 21 nihil, sedangkan PT A(cabang) lapor N bayar ps. 21,Ps. 25,PPN

yang jadi pertanyaan bu apakah nantinya cabang n pusat sama2 lapor tahunan Badan(1771) dan Ps. 21(1721)



Setahu saya lapor masa/tahunan badan itu kewajiban kantor pusat. Saya pernah punya tabel kewajiban pasal2 gitu, tapi saya lupa ada di mana, ini masih saya cari2 semoga bisa ketemu.... :D
Kewajiban cabang selain pph 25, seperti pph21 masa & tahunan tetep setor & lapor, sedangkan kantor pusat dikirim perhitungan pph21 tahunan saja.

Semoga bermanfaat...
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi Kirim email Yahoo ID
joko



Sejak: 15 Ags 2007
Post: 1

PostDikirim: Kam Ags 16, 2007 2:48 am    Judul: Pajak penjualan di luar negeri Balas dengan kutipan

Salam kenal semuanya,

saya perlu bantuan nih, saya baru saja menggunakan jasa dari salah satu perusahaan consulting di singapura, dan pada saat tagihan dikirimkan ke perusahaan saya, di dalam invoice tertera gst,

Nah yang ingin saya tanyakan apakah saya harus membayar gst itu, dan bagaimana aspek ppn di indonesia, apakah saya harus tetap bayar ppn nya ?

terimakasih bantuannya
Kembali Ke Atas
Lihat profil user Kirim pesan pribadi
Tampilan pesan sebelumnya:   
Kirim topik baru   Kirim balasan    Indeks Forum Forum Diskusi Accounting & Pajak Indonesia -> PPN dan PPnBM Zona waktu menurut GMT
Halaman 1 dari 1

 
Navigasi:  
Anda tidak dapat mengirim topik
Anda tidak dapat menjawab topik
Anda tidak dapat mengubah pesan Anda
Anda tidak dapat menghapus pesan Anda
Anda tidak dapat mengikuti polling


Powered by www.pajak.net © 2005-2007